Siapa yang suka mencukur bulu ketiak (ketek)..??? Mencukur bulu ketiak khususnya bagi kaum perempuan apalagi sampai licin memang telah menjadi suatu kewajiban bagi perempuan itu sendiri. Kenapa ?? Karena menurut mereka itu tuntutan fashion, trend, yang banyak menampilkan gaun-gaun atau kaos tanpa lengan. Apa jadinya saat mereka mengangkat tangan terlihat bulu ketiak melambai-lambai. Bisa-bisa para lelaki jadi ilfil (ilang feeling). Anda para wanita tentu tidak mau khan dianggap jorok.
Namun sebuah fakta mengatakan bahwa di Amerika ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Anderson Cancer Center yang agaknya bisa mematahkan semangat kaum perempuan untuk tampil dengan ketiak tanpa bulu. Hasil penelitian itu menyebutkan perempuan yang sering mencukur bulu ketiaknya hingga licin lebih rentan terkena kanker payudara 10 kali lipatnya dibandingkan dengan perempuan yang membiarkan bulu ketiaknya tumbuh apa adanya.
Dr. Therese Bevers dari Anderson Cancer Center yang menyatakan bahwa mencukur bulu ketiak baik menggunakan lilin (wax) maupun alat lainnya akan menyebabkan banyak terjadi luka yang tak kasat mata. Selain itu, dampak dari pencukuran menyebabkan pori-pori di sekitar daerah itu ikut membesar.
Terlebih deodorant antiperspirant yang cairannya disemprotkan ke ketiak maupun dioleskan akan menambah mudahnya toksin masuk ke dalam kulit. Masalahnya deodorant antiperspirant itu memiliki fungsi untuk mencegah pengeluaran keringat. Toksin yang seharusnya dikeluarkan melalui keringat, akhirnya tertahan dan menumpuk. Toksin yang tertimbun di sekitar ketiak itu kemudian menjalar ke ruang terdekat yaitu payudara. Penumpukan toksin yang bertahun-tahun menjadi potensi terciptanya kanker. Apalagi jika si pemilik ketiak malas menjaga kebersihan badan yang menyebabkan bakteri atau kuman tumbuh dan tertimbun di pori-pori yang membesar akibat ketiak yang dicukur.
Dr. Bevers juga menegaskan, bulu ketiak diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk melindung wilayah itu dari zat racun yang hendak masuk dari luar tubuh. Karena ketiak terdapat kelenjar limfa yang memudahkan transportasi racun, terutama ke payudara dan bagian tubuh lainnya seperti paru-paru, jantung, dan otak.(ih ngeri juga ya).
Para pria terbukti lebih jauh aman terhadap bahaya terkena kanker payudara, sebab kebanyakan pria tidak mencukur bulu ketiaknya. Bevers menyarankan agar wanita tidak mencukur bulu ketiaknya karena bahayanya sangat besar dibandingkan dengan bulu ketiaknya. Ingatlah…Tuhan sudah menciptakan ciptaanNya dengan fungsinya masing-masing. (BBW/dari berbagai sumber).

Tags: , ,

5 Responses to “Mencukur Bulu Ketiak Picu Kanker Payudara”

  1. hemmm menarik juga bahas mencukur bulu ketiak…
    tapi klo ga dicukur khan jijik juga orang ngeliatnya…
    kebayang ga iklan sabun, parfum, deodorant harus membiarkan modelnya dengan ketiak yang “subur” menjajakan promosi ke masyarakat…
    ga khan??
    makanya hal ini harus dicari solusinya…
    wanita itu ga akan mau tampil “buruk” di mata kaum Adam…
    jadinya ini merupakan PR buat para ahli kecantikan u/ membuat terobosan krim yang ramah kesehatan dan lingkungan bagi para wanita yang ingin tampil mulus ketiaknya…

    jadi cantik itu emang rada menyiksa koq…

  2. Bener kata Mbak Mitha..
    :(

  3. good bro..

  4. tul2..stju..
    Gwt kn..
    Wih sy pnh dngr dr tmn sy,ktny dy sring ckur,n jadi item2 gt ktny..bnr gt?
    Wii..untg ga da..

Trackbacks/Pingbacks

  1. Rive » Mencukur Bulu Ketiak Picu Kanker Payudara

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>